shadow

Shinta Homestay Batu

Shinta Homestay Batu adalah salah satu villa atau penginapan kota batu yang terletak 5 menit dari batu night spectacular dan 8 menit dari jawa timur park2.

Homestay Shinta ini disewakan harian untuk wisatawan yang berlibur ke batu bersama keluarga dan rombongan. homestay ini bisa ditempati maksimal 10 Orang termasuk anak-anak.

shinta homestay 0341-511057

Fasilitas Shinta Homestay Batu

  • 1rumah
  • Ruang tamu
  • 3kamar tidur
  • 3kamar mandi air panas
  • TV
  • dapur set
  • kapasitas max 10 orang

Tarif sewa Villa dan Homestay di Batu Malang

  • Weekday: Rp. 600.000/ malam (senin-kamis)
  • Weekend: Rp. 700.000/ malam (jumat – minggu)
  • Liburan, Peak season dan highseason mulai Rp. 1.500.000/ malam
Gallery Shinta Homestay

Peraturan Sewa Villa Batu

  1. Biaya sewa wajib dibayar lunas di depan, sebelum villa dipakai.
  2. Untuk pemesanan/reservasi/booking diharuskan membayar down payment sewa di depan minimal sebesar 30% dari biaya sewa total (bisa via transfer bank BCA atau Bri)
  3. Jika terjadi pembatalan/ cancel maka Uang muka atau down payment yang telah dibayarkan tidak dapat diminta kembali untuk alasan apapun.
  4. Invoice akan di terbitkan setelah pembayaran lunas dan di kirimkan via email atau fax.
  5. Invoice digunakan untuk tanda masuk villa ( di tukarkan dengan kunci villa )
  6. Penyewa wajib meninggalkan kartu identitas asli pada saat check in, dan dapat mengambilnya kembali pada saat check out.
  7. Waktu check in: 14.00 Wib | Waktu check out: 12.00 Wib.
  8. Penyewa wajib memeriksa jumlah alat/barang di dalam villa pada saat check in dan pada saat check out.
  9. Manajemen tidak bertanggung-jawab jika terjadi kerusakan atau kehilangan alat/barang milik penyewa. Penyewa diharapkan menjaga dan mengamankan sendiri barang-barang miliknya.

Kebijakan tamu:

  • Jumlah tamu untuk masing-masing Penginapan Sudah tertera di masing-masing profil villa Jika lebih akan dikenakan biaya tambahan, atau kami sarankan Anda sekeluarga untuk menambah sewa villa kami yang lainnya.

Untuk informasi lebih lanjut dan reservasi villa dan homestay di batu malang silahkan menghubungi admin kami:

SVB Villa Travel Batu

Office: Jln. TVRI No. 607 Oro-oro Ombo, Batu

0341-511057

Telp/WA: 0821 4328 1720

Wisata Air Terjun Coban Rondo

Wisata Air Terjun Coban RondoWarga Malang tidak mungkin asing dengan nama Coban Rondo. Air terjun ini terletak di desa Pandesari, Kecamatan Pujon, Malang Jawa timur. Coban ini memiliki ketinggian 85 meter, dan berada di ketinggian 1.135 m dari permukaan air laut. Pada bagian atas coban ini terdapat air terjun kembar, bernama coban manten, yang menyatu menjadi coban dudo dan mengalir ke bawah menjadi coban rondo. Sumber air dari ketiga air terjun ini berada di atas coban manten, suatu dataran tanpa pohon satu biji pun di daerah kepundan. Perjalanan ke mata air ini membutuhkan perjuangan ekstra karena medan yang licin dan jarak yang lumayan jauh (3-4 km).

Air terjun Coban Rondo adalah salah satu alternatif tempat wisata apabila anda menginap di homestay batu malang selain wisata edukatif seperti batu night spectacular dan gunung panderman.

air terjun coban rondo adalah salah satu wisata yang di percaya mempunyai mistis dan mitos.

Legenda di balik penamaan air terjun ini sudah tersiar luas. Berawal dari sepasang pengantin baru bernama Dewi Anjarwati dan Raden Baron Kusumo yang ingin melakukan perjalanan ke Gunung Anjasmoro, konflik berawal ketika keinginan itu ditentang orangtua Dewi Anjarwati karena usia pernikahan mereka yang baru memasuki Selapan (36 hari dalam bahas jawa). Akan tetapi mereka bersikeras dan akhirnya bahaya pun ditemui di tengah jalan. Entah dari mana, muncullah Joko Lelono yang terpikat kecantikan Dewi Anjarwati. Perkelahian pun tak terelakkan. Raden baron Kusumo lantas memerintahkan punokawannya untuk menyembunyikan Dewi Anjarwati di sebuah coban (air terjun) dan di saat akhirnya pertarungannya dengan Joko Lelono berbuah kematian keduanya, tinggallah Dewi Anjarwati menjadi janda (rondo).Hingga akhirnya tempat persembunyian Dewi Anjarwati disebut sebagai Coban Rondo.

Mitos yang berkembang di tempat ini adalah jika datang ke tempat ini bersama kekasih, hubungan mereka akan kandas. Entah apakah kebenarannya dapat ditelusuri, akan tetapi yang jelas, pastilah mitos ini didasari dan terinspirasi dari kisah Dewi Anjarwati dan Raden Baron Kusumo. Meskipun hanya mitos, wacana ini pastilah terlintas di benak pengunjung dan bagi orang-orang yang percaya hal-hal mistis dan supranatural sebagai bahan pertimbangan ulang untuk plesir mengunjungi tempat ini.

Berkaitan dengan mitos dan hal-hal mistis, tiap tempat wisata pastilah memiliki pantangan sendiri. Dan tentu saja begitu pula dengan Coban Rondo. Larangan ini tidak tertulis dengan gamblang, akan tetapi masyarakat sekitar mematuhinya dengan rasa tunduk luar biasa karena kepercayaan mereka terhadap makhluk halus penunggu coban. Aturan-aturan dasar seperti dilarang berkata kotor, buang sampah sembarangan, buang air sembarangan, dan lain-lain bagai terpatri di benak masyarakat.

Tentu saja larangan memiliki hukuman bagi pelanggarnya, dan itulah yang terjadi pada teman saya. Di saat diselenggarakannya acara kampus di Coban Rondo, beberapa mahasiswa melanggar "aturan-aturan tak terlihat" itu. Dilaporkan bahwa mereka berlaku "tidak sopan" dengan buang air kecil sembarangan, teriak-teriak, dan berkata-kata kotor. Hukuman pun dijatuhkan dan mereka pun mengalami peristiwa supranatural seperti "diikuti" dan yang lebih parah kesurupan.

Exorcism pun harus dilakukan untuk menyadarkan mereka dan hal ini menjadi pengalaman tak terlupakan bagi mereka. Mereka mendapatkan pelajaran untuk menjaga kelakuan mereka dengan apa yang disebut masyarakat sebagai pengalaman supranatural.

Meski diselimuti oleh legenda, mitos, dan cerita-cerita "halus" Coban Rondo tetap memiliki pesona sendiri. Sebagai surga bagi pelancong dan turis yang akan terhanyut oleh sejuknya air dari air terjun janda Dewi Anjarwati.